Jemek Supardi menekuni bidang pantomim hingga dia merasa bahwa pantomim adalah bagian dari hidupnya. Menurut Jemek, di Indonesia ini belum ada orang yang secara konsisten menekuni bidang tersebut. Pria kelahiran Yogyakarta, 14 Maret 1953 ini semula menekuni teater tetapi kemudian dia merasa ada kekurangan dalam dirinya untuk mendalami bidang tersebut, terutama dalam hal menghafal naskah. Ia pun lantas menjatuhkan pilihan pada seni pantomim yang lebih mengandalkan gerak tubuh. Pantomim telah ditekuni selama kurang lebih tiga puluh tahun. Sepanjang waktu itu, tidak terbersit pikirannya berpindah profesi demi memegang teguh prinsip dan konsistensinya pada pilihan hidup, yakni berpantomim. Jemek menempuh pendidikan dasarnya hingga berakhir di SMSR. Selanjutnya ia lebih fokus pada dunia teater, terutama pantomim. Keahlian itu ia dapatkan sendiri atau belajar secara otodidak. Ia menciptakan seni dalam bahasa gerak berdasarkan imajinasinya. Tidak ada tokoh yang memberi ilmu tentang pantomime kepadanya.Karya seni mime Jemek Supardi biasanya dibawakan tunggal dan kolektif. Selama 35 berkesnian banyak karya telah dilahirkan, antara lain: • Sketsa-sketsa Kecil (1979) • Dokter Bedah (1981) • Perjalanan hidup dalam gerak (1982) • Jemek dan Laboratorium, Jemek dan teklek, Jemek dan Katak, Jemek dan Pematung, Arwah Pak wongso, Perahu Nabi Nuh (1984) • Lingkar-lingkar, Air, Sedia Payung Sesudah Hujan, Adam dan Hawa, Terminal-terminal, Manusia Batu (1986) • Kepyoh (1987) • Patung selamat datang, Pengalaman Pertama, Balada Tukang beca, Halusinasi, Stasiun, dan Wamil (1988) • Soldat (1989) • Maisongan (1991) • Menanti di Stasiun, Sekata Katkus du Fulus (1992) • Se Tong Se Teng Gak (1994) • Termakan Imajinasi (1995) • Pisowanan, Kesaksian Udin, Kotak-kotak, Pak Jemek Pamit Pensiun (1997) • Badut-badut republik atau Badut-badut Politik, Bedah Bumi atau Kembali ke Bumi, Dewi Sri Tidak menangis, Menunggu Waktu, Pantomim Yogya-Jakarta di Kereta (1998) • Kaso Katro (1999) • Eksodos (2000) • 1000 Cermin Pak Jemek (2001) • Topeng-topeng (2002) • Air Mata Sang Budha (2007) • Mata-Mati, Maesongan#2, Menunggu (Kabar) Kematian (2008) . Alamat Rumah Jl. Brigjen Katamso No. 194 Yogyakarta. Kode Pos 55152. Apabila Anda Berminat Mengundang Pentas Silahkan menghubungi : MANAJEMEK Mim-Teater E-mail jemeksupardi@gmail.com. Kontak 081904138595
| |||||||||||||||||||||||
Tradisi Jenang Manggul di Kampung PandeanTradisi Jenang Manggul di Kampung Pandean KONON asal-mula nama kampung Pandean berasal dari sebuah kampung, yang sebagian besar warganya merupakan pembuat pusaka keraton. Dari kampung ini, pusaka-pusaka... more
|
| ||||||||||||||||||||||












